PEMROGRAMAN MODULAR
Salah satu teknik pemrograman yang sering digunakan adalah pemrograman modular. Teknik ini dikembangkan karena keterbatasan manusia memikirkan pemecahan permasalahan.
Sifat dan Syarat Modul
1.Suatu modul mengerjakan hanya satu pekerjaan tertentu. Suatu pekerjaan sesuai dengan pemecahan permasalahan.
2.Sifat lain modul adalah merahasiakan sesuatu. Suatu modul tidak akan melaporkan bagaimana dia melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya, tetapi hanya akan memberikan hasil seperti yang diinginkan.
3.Setiap modul harus independent, artinya suatu modul tidak terikat oleh modul lain kecuali masukan dan keluarannya
Ukuran modul diusahakan tidak melebihi satu halaman kertas kwarto atau folio. Tujuannya agar mudah dibaca sehingga mempermudah pengelolaan aliran kendali didalam program.
Sungguh demikian, bila terdapat modul berukuran satu setengah halaman tapi hanya melakukan satu fungsi dan modul itu sederhana dan jelas, tidak ada keharusan untuk memecahnya atas beberapa bagian yang lebih kecil.
Keuntungan Pemrograman Modular
1.Teknik pemrograman modular memungkinkan kita membangun program besar dan kompleks.
2.Teknik Pemrograman modular membantu dalam pengembangan algoritma.
3.Pemrograman modular memudahkan orang lain memahami algoritma yang kita buat.
Kelemahan Pemrograman Modular
Kesulitan implementasi dalam arti tidak ada rumus atau formulasi khusus yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk membuat algoritma dan program.
Satu-satunya cara untuk menguasainya adalah membiasakan diri menulis program secara modular dan banyak berlatih.
PROSEDUR (PROCEDURE)
Bahasa Pemrograman Pascal adalah bahasa pemrograman yang terstruktur dan modular. Terstruktur artinya semua Label, Constanta, Type, Variabel, Prosedur dan Fungsi harus dideklarasikan terlebih dahulu secara tegas, terinci dan berurutan.
Sedangkan modular artinya penyelesaian seluruh masalah dapat dipecah-pecah menjadi suatu bagian langkah-langkah penyelesaian yang lebih khusus, yaitu berbentuk suatu modul berupa Procedure dan Function.
Prosedur adalah suatu program terpisah dalam blok sendiri yang berfungsi sebagai subprogram (program bagian).
Prosedur diawali dengan kata cadangan “Procedure” didalam bagian deklarasi prosedur.
Prosedur dipanggil dan digunakan didalam blok program yang lainnya dengan menyebutkan judul (nama) prosedur-nya.
Prosedur banyak digunakan pada program yang terstruktur karena :
1.Merupakan penerapan konsep program modular, yaitu memecah-mecah program yang rumit menjadi program-program bagian yang lebih sederhana dalam bentuk perosedur.
2.Untuk hal-hal yang sering dilakukan berulang-ulang, cukup dituliskan sekali saja dalam prosedur dan dapat dipanggil atau dipergunakan sewaktu-waktu bila diperlukan.
Contoh Prosedur (Style Pascal) :
Procedure Garis;
Begin
Writeln (‘-----------’);
End;
{Modul Utama/Main Program}
Begin
Garis;
Writeln (‘PASCAL’);
Garis;
End.
PARAMETER DIDALAM PROSEDUR
Nilai didalam modul program bersifat adalah local, artinya nilai tersebut hanya dapat digunakan pada modul atau unit program yang bersangkutan saja, nilia tersebut tidak dapat digunakan pada modul atau unit program yang lainnya.
Contoh :
Procedure Tanya_Hitung;
Var
X, Y : real;
Begin
Write (‘Nilai X = ’);
Readln (X) ;
Y : = X * X ;
End ;
Begin
Tanya_Hitung;
Writeln (‘Nilai Y = ’,Y:6:2);
End.
Keterangan contoh program :
Program dikompilasi, akan di deteksi kesalahan oleh compiler (Error 31 : Unknown Identifier), karena variable Y yang sifatnya local di procedure Tanya_Hitung digunakan pada program utama.
Agar nilai-nilai variable dapat digunakan di modul lainnya yang membutuhkan, maka dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya yaitu :
1. Dibuat bersifat global.
Agar suatu nilai dapat bersifat global, maka harus dideklarasikan diatas modul yang akan menggunakannya.
2.Dikirim sebagai parameter ke modul yang membutuhkannya.
Parameter yang dikirmkan dari modul utama ke modul prosedur disebut dengan parameter nyata (actual parameter) dan parameter yang ada dan dituliskan pada judul prosedur disebut dengan parameter formal (formal parameter). Proses pengiriman data lewat parameter nyata ke parameter formal disebut dengan parameter passing. Parameter nyata dan parameter formal harus dengan tipe yang sama. Didalam pascal, parameter dapat dikirimkan secara nilai (by value) atau secara acuan (by reference).
1. Pengiriman Parameter Secara Nilai (Passing By Value)
Bila parameter dikirimkan secara nilai nilai, parameter formal di prosedur akan berisi nilai yang dikirmkan yang kemudian bersifat local di prosedur.
Bila nilai parameter formal di prosedur berubah, maka tidak akan mempengaruhi nilai parameter actual-nya (nilai parameter actual, tidak berubah).
Pengiriman secara nilai ini merupakan pengiriman satu arah, yaitu dari parameter acual ke parameter formal, yang tidak dikirimkan balik dari parameter formal ke parameter actual.
Parameter–parameter yang digunakan dengan pengiriman secara nilai ini disebut dengan parameter nilai (value parameter).
Contoh :
Procedure Hitung (A,B,C : integer);
Begin
C : = A + B; Writeln;
Writeln (‘A = ’,A,‘B = ’,B,‘C = ’,C);
End;
Var
X, Y, Z : integer;
Begin
X := 2; Y := 3; Z := 0;
Hitung (X,Y,Z);
Writeln (‘X = ’,X,‘Y = ’,Y,‘Z = ’,Z)
End.
2. Pengiriman Parameter Secara Acuan (Passing By Reference)
Bila pengiriman parameter secara acuan, maka perubahan-perubahan yang terjadi pada nilai parameter formal di prosedur akan mempengaruhi nilai parameter actual-nya. Parameter-parameter ini disebut dengan variable parameter serta dideklarasikan di deklarasi prosedur dengan menggunakan kata cadangan Var, sebagai berikut :
PROCEDURE HITUNG (VAR A, B, C : integer);
Contoh :
Procedure Hitung (Var A,B,C : integer);
Begin
C : = A + B; Writeln;
Writeln (‘A = ’,A,‘B = ’,B,‘C = ’,C);
End;
Var
X, Y, Z : integer;
Begin
X := 2; Y := 3; Z := 0;
Hitung (X,Y,Z);
Writeln (‘X = ’,X,‘Y = ’,Y,‘Z = ’,Z)
End.
3. Pengiriman Parameter Sebagian secara Nilai dan sebagian secara Acuan
Pengiriman parameter dapat dikombinasikan, sebagian secara nilai dan sebagian secara acuan dalam suatu prosedur.
Parameter yang hanya dibutuhkan pada prosedur saja dapat dikirimkan secara nilai dan yang ingin dikirimkan balik dapat dilakukan secara acuan, sebagai berikut :
PROCEDURE HITUNG (A,B:integer; Var C:integer);
Contoh :
Procedure Hitung ( A,B : Integer; Var C : integer);
Begin
C : = A + B;
Writeln;
End;
Var
X, Y, Z : integer;
Begin
X := 2; Y := 3;
Hitung (X,Y,Z);
Writeln (‘X = ’,X,‘Y = ’,Y,‘Z = ’,Z)
End.
PROSEDUR MEMANGGIL PROSEDUR YANG LAIN
Didalam prosedur dapat memanggil prosedur yang lain.
Contoh dapat dilihat sebagai berikut :
Procedure PRO_01 (X1 : Integer);
Begin
Writeln(‘Nilai X=‘,X1,‘Ada di di PRO_01’);
End;
Procedure PRO_02 (X2: Integer);
Begin
Writeln(‘Nilai X=‘,X2,‘Ada di di PRO_02’);
PRO_01(X2);
End;
Var
X : Integer;
Begin
X := 5;
PRO_02(X);
End.
PROSEDUR TERSARANG (NASTED PROCEDURE)
Prosedur Tersarang (Nasted Procedure) adalah prosedur yang berada didalam prosedur yang lain.
Senin, 02 Mei 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar