Senin, 02 Mei 2011

PEMROGRAMAN MODULAR
Salah satu teknik pemrograman yang sering digunakan adalah pemrograman modular. Teknik ini dikembangkan karena keterbatasan manusia memikirkan pemecahan permasalahan.
Sifat dan Syarat Modul
1.Suatu modul mengerjakan hanya satu pekerjaan tertentu. Suatu pekerjaan sesuai dengan pemecahan permasalahan.
2.Sifat lain modul adalah merahasiakan sesuatu. Suatu modul tidak akan melaporkan bagaimana dia melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya, tetapi hanya akan memberikan hasil seperti yang diinginkan.
3.Setiap modul harus independent, artinya suatu modul tidak terikat oleh modul lain kecuali masukan dan keluarannya
Ukuran modul diusahakan tidak melebihi satu halaman kertas kwarto atau folio. Tujuannya agar mudah dibaca sehingga mempermudah pengelolaan aliran kendali didalam program.
Sungguh demikian, bila terdapat modul berukuran satu setengah halaman tapi hanya melakukan satu fungsi dan modul itu sederhana dan jelas, tidak ada keharusan untuk memecahnya atas beberapa bagian yang lebih kecil.
Keuntungan Pemrograman Modular
1.Teknik pemrograman modular memungkinkan kita membangun program besar dan kompleks.
2.Teknik Pemrograman modular membantu dalam pengembangan algoritma.
3.Pemrograman modular memudahkan orang lain memahami algoritma yang kita buat.
Kelemahan Pemrograman Modular
Kesulitan implementasi dalam arti tidak ada rumus atau formulasi khusus yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk membuat algoritma dan program.
Satu-satunya cara untuk menguasainya adalah membiasakan diri menulis program secara modular dan banyak berlatih.
PROSEDUR (PROCEDURE)
Bahasa Pemrograman Pascal adalah bahasa pemrograman yang terstruktur dan modular. Terstruktur artinya semua Label, Constanta, Type, Variabel, Prosedur dan Fungsi harus dideklarasikan terlebih dahulu secara tegas, terinci dan berurutan.
Sedangkan modular artinya penyelesaian seluruh masalah dapat dipecah-pecah menjadi suatu bagian langkah-langkah penyelesaian yang lebih khusus, yaitu berbentuk suatu modul berupa Procedure dan Function.

Prosedur adalah suatu program terpisah dalam blok sendiri yang berfungsi sebagai subprogram (program bagian).
Prosedur diawali dengan kata cadangan “Procedure” didalam bagian deklarasi prosedur.
Prosedur dipanggil dan digunakan didalam blok program yang lainnya dengan menyebutkan judul (nama) prosedur-nya.
Prosedur banyak digunakan pada program yang terstruktur karena :
1.Merupakan penerapan konsep program modular, yaitu memecah-mecah program yang rumit menjadi program-program bagian yang lebih sederhana dalam bentuk perosedur.
2.Untuk hal-hal yang sering dilakukan berulang-ulang, cukup dituliskan sekali saja dalam prosedur dan dapat dipanggil atau dipergunakan sewaktu-waktu bila diperlukan.
Contoh Prosedur (Style Pascal) :
Procedure Garis;
Begin
Writeln (‘-----------’);
End;
{Modul Utama/Main Program}
Begin
Garis;
Writeln (‘PASCAL’);
Garis;
End.
PARAMETER DIDALAM PROSEDUR
Nilai didalam modul program bersifat adalah local, artinya nilai tersebut hanya dapat digunakan pada modul atau unit program yang bersangkutan saja, nilia tersebut tidak dapat digunakan pada modul atau unit program yang lainnya.
Contoh :
Procedure Tanya_Hitung;
Var
X, Y : real;
Begin
Write (‘Nilai X = ’);
Readln (X) ;
Y : = X * X ;
End ;
Begin
Tanya_Hitung;
Writeln (‘Nilai Y = ’,Y:6:2);
End.
Keterangan contoh program :
Program dikompilasi, akan di deteksi kesalahan oleh compiler (Error 31 : Unknown Identifier), karena variable Y yang sifatnya local di procedure Tanya_Hitung digunakan pada program utama.
Agar nilai-nilai variable dapat digunakan di modul lainnya yang membutuhkan, maka dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya yaitu :
1. Dibuat bersifat global.
Agar suatu nilai dapat bersifat global, maka harus dideklarasikan diatas modul yang akan menggunakannya.
2.Dikirim sebagai parameter ke modul yang membutuhkannya.
Parameter yang dikirmkan dari modul utama ke modul prosedur disebut dengan parameter nyata (actual parameter) dan parameter yang ada dan dituliskan pada judul prosedur disebut dengan parameter formal (formal parameter). Proses pengiriman data lewat parameter nyata ke parameter formal disebut dengan parameter passing. Parameter nyata dan parameter formal harus dengan tipe yang sama. Didalam pascal, parameter dapat dikirimkan secara nilai (by value) atau secara acuan (by reference).
1. Pengiriman Parameter Secara Nilai (Passing By Value)
Bila parameter dikirimkan secara nilai nilai, parameter formal di prosedur akan berisi nilai yang dikirmkan yang kemudian bersifat local di prosedur.
Bila nilai parameter formal di prosedur berubah, maka tidak akan mempengaruhi nilai parameter actual-nya (nilai parameter actual, tidak berubah).
Pengiriman secara nilai ini merupakan pengiriman satu arah, yaitu dari parameter acual ke parameter formal, yang tidak dikirimkan balik dari parameter formal ke parameter actual.
Parameter–parameter yang digunakan dengan pengiriman secara nilai ini disebut dengan parameter nilai (value parameter).
Contoh :
Procedure Hitung (A,B,C : integer);
Begin
C : = A + B; Writeln;
Writeln (‘A = ’,A,‘B = ’,B,‘C = ’,C);
End;
Var
X, Y, Z : integer;
Begin
X := 2; Y := 3; Z := 0;
Hitung (X,Y,Z);
Writeln (‘X = ’,X,‘Y = ’,Y,‘Z = ’,Z)
End.
2. Pengiriman Parameter Secara Acuan (Passing By Reference)
Bila pengiriman parameter secara acuan, maka perubahan-perubahan yang terjadi pada nilai parameter formal di prosedur akan mempengaruhi nilai parameter actual-nya. Parameter-parameter ini disebut dengan variable parameter serta dideklarasikan di deklarasi prosedur dengan menggunakan kata cadangan Var, sebagai berikut :

PROCEDURE HITUNG (VAR A, B, C : integer);
Contoh :
Procedure Hitung (Var A,B,C : integer);
Begin
C : = A + B; Writeln;
Writeln (‘A = ’,A,‘B = ’,B,‘C = ’,C);
End;
Var
X, Y, Z : integer;
Begin
X := 2; Y := 3; Z := 0;
Hitung (X,Y,Z);
Writeln (‘X = ’,X,‘Y = ’,Y,‘Z = ’,Z)
End.
3. Pengiriman Parameter Sebagian secara Nilai dan sebagian secara Acuan
Pengiriman parameter dapat dikombinasikan, sebagian secara nilai dan sebagian secara acuan dalam suatu prosedur.
Parameter yang hanya dibutuhkan pada prosedur saja dapat dikirimkan secara nilai dan yang ingin dikirimkan balik dapat dilakukan secara acuan, sebagai berikut :
PROCEDURE HITUNG (A,B:integer; Var C:integer);
Contoh :
Procedure Hitung ( A,B : Integer; Var C : integer);
Begin
C : = A + B;
Writeln;
End;
Var
X, Y, Z : integer;
Begin
X := 2; Y := 3;
Hitung (X,Y,Z);
Writeln (‘X = ’,X,‘Y = ’,Y,‘Z = ’,Z)
End.
PROSEDUR MEMANGGIL PROSEDUR YANG LAIN
Didalam prosedur dapat memanggil prosedur yang lain.
Contoh dapat dilihat sebagai berikut :
Procedure PRO_01 (X1 : Integer);
Begin
Writeln(‘Nilai X=‘,X1,‘Ada di di PRO_01’);
End;
Procedure PRO_02 (X2: Integer);
Begin
Writeln(‘Nilai X=‘,X2,‘Ada di di PRO_02’);
PRO_01(X2);
End;
Var
X : Integer;
Begin
X := 5;
PRO_02(X);
End.
PROSEDUR TERSARANG (NASTED PROCEDURE)
Prosedur Tersarang (Nasted Procedure) adalah prosedur yang berada didalam prosedur yang lain.

Minggu, 08 November 2009

MAIL MERGE

Anda ingin membuat surat yang isinya sama dengan tujuan yang berbeda – beda, termasuk alamat dan nama tujuan . Dengan menggunakan Mail Merge anda bisa membuatnya.
Intinya Mail Merge menawarkan suatu solusi,bahwa jika kita ingin membuat surat dengan banyak penerima yang berbeda tapi isi surat tersebut sama, maka kita tidak hatus membuat salinan isi surat tersebut sebanyak penerima surat dan menambahkan satu persatu nama penerima dan alamatnya pada bagian masing – masing.
Singkat kata,yang dibutuhkan untuk membuat Mail Merge adalah :
1. Dokumen Master, Misrosoft Word menyebut ini dengan “Main Dokumen” yaitu dokumen yang berisi surat tersebut. Dokumen ini merupakan bagian ydari suatu yang isisnya sama antara satu penerima dengan penerima lainnya.
2. Data Source, yaitu Suatu file yang berisi informasi untuk digabungkan dalam Dokumen Master. Sebagai contoh, daftar nama dan alamat penerima surat informasi – informasi penting lainnya.

Sedangkan langkahnya adalah :
1. Membuat Dokumen Master, langkah satu ini dapat ditukar menjadi lengkah dua.
2. Membuat Data Source dan memasukan informasi – informasi yang akan dimasukan ke dalam Dokumen Maste.Langkah ke dua ini dapat ditukar menjadi langkah satu.
3. Menggabungkan isi dari data source tersebut ke dalam dokumen master.
A.Membuat Data Master
Kita buat dulu data masternya.
Dokumen masternya dapat di liat sperti dibawah ini:

A.Membuat Data Source ( sumber )
Berikut ini adalah langkah – langkah untuk membuat Data Source :
1.Buka Mail Merge dengan cara :
Tools  Letters and Mailings  Mail merge


2.Akan di tampilkan kotak task pane bernama Mail Merge yang biasanya terletak pada bagian kanan window Microsoft Word. Selanjutnya pilih Lettes pada bagian select document type. Kemudian kilk Next : Starting Dokument, pada bagian bawah Task Pane.


3.selanjutnya akan di tampilkan langklah berikutnya yaitu:
Pilih Uses the curret document
Kilk Next : Select recipients pada bagian bawah Task Pane.


4.Pada Task Pane yang akan muncul akan ditampilkan untuk memilih data sourcenya.
Pilih Type a new list
Klik Create…..

5.Selanjutnya akan muncul kotak dialog New Address List.
Klik tombol customize….
Akan muncul kotak dialog customize address list..

6.selanjutnya akan di tampilkan kotak customize Address List.


7.setelah lengkap data Source yang akan dikirimkan…
kilk exit
lalu save

8.Selanjutnya akan di tampilkan seperti gambar di samping.
tombol edit.. (untuk menggubah data yang kita inginkan)


B.Menggabungkan data source ke dalam dokumen master…
Untuk memudahkannya agar toolbar Mail Merge di tampilkan.
Caranya:
Klik menu View  Toolbar  Mail Merge


setelah itu akan ditampilkan toolbar seperti di bawah ini :

A

Klik menu insert merge fields yang terdapat pada toolbar mail merge (lihat gambar)

Maka akan di tampilkan kotak dialog insert merge field. Pada keadaan seperti ini,pada dokumen master letakan kursor di tempat yang akan di sisipi field. Pilih field yang akan di sisipkan pada kotak dialog insert merge field,kemudian klik insert.ulangi langkah ini untuk memasukan seluruh field yang yang di butuhkan hingga seluruh field yang ingin di sisipkan menempati tempatnya masing-masing dalam dokumen master (main dokumen).perhatikan proses ini sebagaimana di ilustrasikan pada gambar di bawah ini.



Dengan langkah ini field-field yang di butuhkan tersebut akan di sisipkan hingga terlihat sebagaimana gambar berikut.


Melihat hasial dokumen yang bergabung. Sedangkan untuk melihat hasilnya,klik menu view Marged yang terdapat pada toolbar.